Salah satu kegiatan dosen tidak hanya memberikan pengajaran secara regular hanya dikampus saja dan untuk mahasiswa saja, tetapi harus bisa menyalurkan ilmu dan pengetahuannya di lingkungan sekitar sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi. Bertempat di Aula Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Jumat (20/4) Dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto diberi kesempatan untuk memberikan edukasi digital terkait penanganan hoax.

Edukasi Santri

Muhammad Zidny Naf’an, Lc., S.Kom., M.Kom. Dosen Prodi (Program Studi) S1 Teknik Informatika Institut Teknologi Telkom menjelaskan hoax itu adalah musibah, kenapa? Karena di era revolusi teknologi super cepat dan serba mengacu pada ponsel pintar/smartphone seringkali kita mendapatkan pemberitaan yang dimunculkan dalam media online, salah satunya adalah berita dengan isi pesannya menyampaikan bahwa kita memenangkan hadiah uang tunai miliaran rupiah. Itu dipastikan masuk dalam berita hoax, artinya bobot nilai kebenaran yang terkandung dalam berita tersebut belum teruji, kata dia menjelaskan.

85 % Konsumsi Internet

Dia menambahkan, sebagian besar masyarakat Indonesia dilihat dari data statistic menunjukan 85% menggunakan Internet dan menggunakan media sosial dengan durasi 8 jam 51 menit dalam satu hari. Sungguh ini menjadi warning bagi kita, karena di kebebasan dan keterbukaan informasi seperti saat ini memudahkan berita – berita hoax masuk dan mempengaruhi pola pikir masyarakat yang sudah terkontaminasi oleh berita yang belum tentu benar, ujarnya.

Edukasi Santri

Teknologi seperti sekarang ini, salah satunya perkembangan jaringan internet dan ponsel pintar pasti ada sisi positif dan negatif. Dari sisi positif kita bisa membuka wawasan secara luas, sekali klik langsung terhubung dengan luasnya dunia. Sisi negatif informasi – informasi akan mudah didapatkan, beragam konten disebarkan, sehingga menyebabkan munculnya berita – berita hoax atau berita yang kontennya belum tentu kebenarannya. Ini menjadi PR bagi kita semua, salah satu cara untuk menangkal berita hoax tersebut harus cerdas dan kritis ketika membaca suatu berita yang bertebaran di media sosial, jelas Rektor IT Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman M.Si.

Edukasi Santri

Menurut salah satu santri yang mengikuti edukasi digital Akhmad Mukhirom “Dengan adanya kegiatan seperti ini sangat membantu kami yang masih awam dalam pengetahuan di bidang teknologi menjadi paham mengenai hal – hal yang berbahaya, jika kami menggunakan jaringan internet khususnya media sosial dan kami mulai paham bagaimana cara menyikapi ketika adanya berita – berita yang belum tentu kebenarannya”, jelasnya.

Leave a comment