Menekankan pada permasalahan yang sering ditemukan di fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yaitu minimnya ketersediaan alat dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan, salah satu mahasiswi kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto Febriana Maghfiroh berhasil menciptakan alat indikator penekan bel ruangan rawat inap berbasis IoT (Internet of Things). Alat tersebut dikenalkan langsung di depan dosen dan mahasiswa di gedung TT (Telekomunikasi) kampus ITTP, baru – baru ini.

Mahasiswi Program Studi (Prodi) D3 Teknik Telekomunikasi ini mengatakan, alat ini terinspirasi dari pengalaman saya sendiri, saya mengalami kesulitan ketika saya meminta bantuan langsung kepada perawat pada saat saya sakit, respon dari pelayanan kesehatan terutama yang berada di Puskesmas kurang tanggap, ini ada kemungkinan mereka tidak tahu secara realtime karena tidak ada indikator yang secara cepat memberikan informasi kepada dia. Adanya alat yang diciptakan oleh saya diharapkan bisa menjadi solusi dan membantu kemudahan bagi pelayanan kesehatan yang siap dalam kondisi apapun, karena dengan sistem berbasis IoT (Internet of Things) bisa secara 24 Jam sistem bekerja secara nonstop dan bisa secara cepat memberikan informasi jika pasien membutuhkan pertolongan pertama, katanya.

Terapkan Fasilitas Kesehatan Terjangkau

“Untuk komponen yang dibutuhkan dalam merancang alat ini mudah ditemukan, seperti push button, arduino uno R3, buzzer, LED, akses internet, beberapa bisa didapatkan di daerah Purwokerto bisa ditemukan, sehingga untuk merancang alat indikator bel rawat inap berbasis IoT ini tidak membutuhkan waktu yang lama, beberapa hari sudah jadi dan bisa diterapkan di fasilitas kesehatan masyarakat yang berada di daerah – daerah. Jika mereka ingin menerapkan alat ini untuk penunjang pelayanan kesehatan bagi pasien,” tambahnya.

Danny Kurnianto S.T., M.Eng., selaku dosen pembimbing mahasiswi menjelaskan, alat ini jika digunakan dan diterapkan oleh Puskesmas yang berada di daerah – daerah selain Rumah Sakit Umum menjadi solusi cermat, karena alat ini secara sistem kerja mengandalkan teknologi yang disesuaikan dengan era modern seperti sekarang ini, salah satunya mengandalkan sistem IoT (Internet of Things) sehingga membuat kerja menjadi efisien tidak memerlukan waktu yang lama, “Saya berharap alat ini terus dikembangkan, dan semoga alat ini bisa diterapkan oleh pemerintah daerah, khususnya wilayah Kabupaten Banyumas,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *