ITTELKOM-PWT.AC.ID – Tim Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil meraih juara dalam Lomba Inovasi Teknologi Tingkat Nasional  dengan tema “Beyond the Smart City with IoT (Internet of Things) Applications” yang digelar oleh Microsoft User Group Indonesia (MUGI) Purwokerto. Lomba tahap  final  tersebut  bertempat di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas (1/9).

Karya Sigit Pramono, Chandra Maulana dan Alhamda Adisoka yang diberi nama OmzetBox “Sistem Perekam Transaksi Bisnis Untuk Monitoring Pajak”, meraih juara II mengungguli  Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Ketua Mugi Purwokerto Agus Suparno, S.Si, M. Eng mengatakan, kejuaraan yang diadakan merupakan kejuaraan yang berusaha untuk menggali potensi karya anak bangsa, utamanya  mengembangkan  bibit – bibit unggul dalam menciptakan inovasi – inovasi terbaru guna menumbuhkan persaingan dan memenuhi tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Proses babak Final yang digelar di Purwokerto diikuti oleh 30 Tim dari berbagai kota di Indonesia, mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik. “Kami mengajak generasi penerus bangsa untuk ikut aktif dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dengan mengajak generasi milenial menuangkan ide dan gagasannya melalui karya teknologi,” katanya.

Acara ini dibuka langsung Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein. Didampingi oleh Wakil Bupati dan Sekertarias Daerah (Sekda) serta jajarannya, beliau berkesempatan untuk berkunjung di Meja OmzetBox , Bapak Bupati  dan jajarannya sangat antusias terhadap inovasi tersebut, dan meminta jajarannya agar segera ditindaklajuti untuk penjajagan implementasi di Kabupaten Banyumas.

Sigit Pramono S.T., M.Eng., menjelaskan, penelitian yang kami buat adalah bagaimana  menciptakan inovasi yang berguna untuk masyarakat pada nantinya. OmzetBox nama alat yang kami rancang berguna untuk merekam nilai transaksi konsumen pada hotel, restoran, tempat hiburan atau tipe sejenis. Apabila terjadi transaksi ,maka secara otomatis akan mengirimkan data nilai transaksi ke server. Data Transaksi tersebut kemudian diolah untuk menentukan besaran pajak. Nilai tambah bagi Pemerintah yaitu untuk mengoptimalkan perolehan dan menekan angka kebocoran PAD tersebut, diperlukan perangkat untuk merekam data transaksi dan mengirimkan secara realtime ke Pemerintah Daerah, jelasnya.

“Meskipun belum menjadi yang terbaik, ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat ,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *