ITTELKOM-PWT.AC.ID – Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) pada akhir pekan Sabtu (5/9) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema pembahasan “Peran Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Smart City”. Acara yang bertempat di Ballroom Arjuna Hotel Java Heritage Purwokerto, dihadiri oleh para pimpinan lembaga, dinas yang berada di Kabupaten Banyumas. Dengan narasumber Dr. Sutanto Sastraredja, salah satu penggagas Smart City Kota Solo.
Rektor Dr. Ali Rokhman M.Si., mengatakan kegiatan FGD yang diselenggarakan oleh kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto adalah dalam rangka untuk meningkatkan, sekaligus mendorong Kabupaten Banyumas menuju kota dengan konsep Smart City yang unggul. “Kami sebagai salah satu kampus dengan komitmen mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi, siap berkolaborasi dengan instansi – instansi untuk mengembangkan Kota Banyumas ini. Sesuai dengan visi kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul di tingkat nasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasisi teknologi informasi yang fokus pada bidang Healthcare, Agro-Industry, Tourism, dan Small-Medium Enterprise pada tahun 2023,” katanya.


“Dalam era yang semua terkoneksi dengan internet seperti sekarang memudahkan masyarakat membuka diri untuk bebas berekspresi dan berkreasi. Ini adalah kesempatan emas bagi Perguruan Tinggi, khususnya Institut Teknologi Telkom Purwokerto yang memiliki keunggulan dalam bidang ICT terlebih dalam pengembangan Telekomunikasi. Peluang sangat besar, kesempatan terbuka lebar, mudah – mudahan kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai salah kota yang dipilih menjadi pilot project Smart City 25 kota di Indonesia bisa terus berkembang,”ungkap General Manager Witel Purwokerto Pribadi Nirwana.


Dr. Sutanto Sasrtaredi narasumber dalam kegiatan FGD mengatakan, konsep Smart City harus didukung dari pemahaman akan konsep belive (kepercayaan), nilai, makna, symbol, dan perilaku, serta memiliki tujuan yang akan dicapai, dimana tujuan tersebut terdiri dari aspek ekonomi, government (pemerintah), mobilitas, lingkungan, branding, masyarakat, dan tempat hidup. Sehingga dari penguasaan materi tersebut kita akan mampu untuk merumuskan suatu konsep matang menuju konsep Smart City. “Saya yakin Kabupaten Banyumas bisa menjadi kota Smart City, dengan adanya perguruan tinggi di Banyumas adalah point penting guna mendukung pembangunan kota menuju Smart City yang unggul,” katanya.
“Smart City terbentuk dari permasalahan kota yang kompleks dipadukan dengan ide dan kreativitas yang Smart. Smart City di Indonesia terdiri dari Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *