Maraknya beribu ribu kasus korupsi yang melanda Indonesia hingga saat ini tak kunjung ada titik terang dalam menyelesaikan permasalahan. Masyarakat menganggap Indonesia darurat korupsi. Bertempat di Aula Kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto Jl. D.I Panjaitan No 128, Purwokerto Selatan, Banyumas Jawa Tengah. ITTP menggelar Stadium General bertema “Mengenali Korupsi dan Peran Mahasiswa dalam Mencegah Korupsi”, Rabu (9/5).

Stadium General

Narasumber dalam acara ini berasal dari akademisi sekaligus pakar sosiologi korupsi Dra. Rin Rostikawati, M.Si., Dosen Fisipol Universitas Jenderal Soedirman.

Dia menyebutkan salah satu faktor timbulnya korupsi adalah dari perilaku manusia yang tidak sadar akan perbuatan tidak terpuji seperti berbohong.

Korupsi di era millennia seperti sekarang ini memang menjadi suatu kondisi yang membuat riskan di mata warga negara, banyak dari mereka perlahan – lahan mulai luntur sikap kepercayaan terhadap para pemimpin. Mereka terkesan menutup mata dan lebih baik masa bodo terhadap pesan – pesan yang dilontarkan oleh para petinggi suatu negara.

Korupsi = Pemerasan

Stadium General

Narasumber menjelaskan bahwa bentuk korupsi itu bisa pemerasaan salah satunya adanya gratifikasi dana dari pejabat ke pejabat lainnya, dari pengusaha ke pejabat, dari pejabat ke stakeholder bahkan bisa melibatkan adanya kepentingan dari partai politik sebagai wadah sekaligus kendaraan yang mengantarkan mereka (Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden) meraih suatu kekuasaan. “Dalam prakteknya mereka menyuarakan akan janji – janji yang tertuang dalam rencana program – program yang ditawarkan kepada masyarakat luas ketika mereka berkampanye, seakan mereka benar tetapi pada kenyataannya tidak semuanya bisa terealisasi sesuai harapan publik”, jelasnya.

Dia juga menambahkan tindakan korupsi yang terjadi seperti sekarang ini ditimbulkan setidaknya ada dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. “Biasanya faktor internal itu berupa sikap materialistik, konsumtif, dan mereka tidak mau bekerja keras. Sedangkan faktor eksternal berupa sikap yang kurang teladan menjadi pemimpin, adanya politik, hokum, ekonomi, birkokrasi, membuat semuanya memiliki sikap extraordinary crime yakini kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan tingkat tinggi, yang pada umumnya dilakukan dengan siasat yang sangat rapi dan terencana hingga akan sangat susah membongkar kasusnya”, tambahnya.

Stadium General

“Ini adalah salah satu pembelajaran penting dan berharga bagi kita semua, terkhusus untuk mahasiswa – mahasiwi yang hadir dalam acara ini, harus dipahami dan dilakukan mulai di sekarang. Karena ini bisa menumbuhkan kepercayaan kembali public terhadap lembaga maupun para pemimpin, secara tak sadar korupsi akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap demokrasi, dan menguatnya plutokasi”, jelas Dekan Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE) Eka Wahyudi., S.T., M.Eng ketika menutup acara tersebut.

Leave a comment