Dalam rangka Diesnatalis Institut Teknologi Telkom Purwokerto yang ke-17, institusi mengadakan beberapa rangkaian acara salah satunya adalah Training IP Transport. Acara tersebut melibatkan kelompok riset/Research Group yang ada di kampus ITTP (Hexacomm, Nev, dan Sircle). Pelatihan diadakan selama dua hari, pada hari sabtu (20/4) dan hari minggu (21/4) bertempat di Laboratorium Jaringan Komputer.

Peserta yang mengikuti acara ini mencapai 17 orang dan terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto dan mahasiswa eksternal. Acara ini dipandu penuh oleh Hexacomm salah satu kelompok riset mahasiswa yang berfokus pada seluler.

Menurut Ghina Fahira selaku ketua pelaksana, menjelaskan Training IP Transport adalah pelatihan tentang bagaimana caranya menyambungkan antara satu komputer dengan komputer lain tanpa bisa di hack. Training IP Transport ini sangat bermanfaat bagi professional, karena bisa mendapatkan sertifikasi pelatihan yang akan diberikan pada perusahaan dimana dia bekerja. Sehingga peserta sangat antusias dalam mengikuti acara ini,  jelasnya.

Ketua Hexacomm tersebut mengatakan, “Perlu untuk disampaikan bahwa kelompok riset mahasiswa yang tergabung dalam Hexacom merupakan salah satu kelompok riset mahasiswa yang ada di Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro selain grup research NEV dengan fokus ke seluler. Sedangkan NEV itu sendiri lebih fokus ke network basis core (processor). IP Transport lebih fokus pada seluler, jadi mengapa kami (Hexacomm) mengambil alih pada acara ini, karena IP Transport dipakai pada akses seluler”, katanya.

IP Transport Sangat Penting !

Pada acara ini mengundang 2 trainer yang merupakan alumni Institut Teknologi Telkom Purwokerto dan Kelompok Riset Mahasiswa Hexacomm yaitu Ifaz Fachrul Hindami S.T dan M Syaiful Majid S.T.

Ifaz Fachrul Hindami S.T Trainer asal PT Huawei Tech Investment, menjelaskan memaparkan bahwa “IP Transport sangat penting untuk orang yang membutuhkan, dan bidang ini tidak akan ada matinya pada era Industri 4.0, justru ini akan mengembangkan era itu sendiri”, paparnya.

Alumni Institut Teknologi Telkom Purwokerto ini juga mengatakan bahwa, ”kendala pada acara tersebut sebagai trainer adalah waktu yang sedikit dan materi yang banyak. Yang mana hal ini harus dimanage dengan baik, agar materi yang di sampaikan semuanya telah di paparkan dalam waktu yang telah disediakan”, katanya.

(YF/TA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *