ITTELKOM-PWT.AC.ID – Mahasiswa kampus  Institut Teknologi Telkom Purwokerto kembali  merancang sebuah  alat  pendeteksi rokok berbasis Internet of Things yang bisa diterapkan di dalam toilet Kereta Api, sehingga alat ini bisa memiminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh para penumpang nakal, merokok dalam toilet meskipun sudah dipasang peringatan “dilarang merokok”. Mahasiswa bernama Muhammad Faiq dari Program Studi (Prodi) D3 Telekomunikasi adalah perancang dari alat tersebut. Alat pendeteksi rokok diuji kelayakannya oleh dosen pembimbing dan penguji di Laboratorium Teknik Elektro dan Teknik Digital (TETD) belum lama ini.

Faiq panggilan akrab mahasiswa perancang alat tersebut mengatakan, sistem dalam alat ini saya ciptakan sudah menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan teknologi pada saat ini, karena dari sistem alat pendeteksi asap rokok  dapat di pantau secara jarak jauh dengan cara menghubungkannya melalui sebuah aplikasi yang ada pada smartphone dengan memberikan sebuah pesan pemberitahuan. “Saya memadukan teknologi internet of things dengan sistem sensor gas MQ-2, sensor yang digunakan sebagai pendeteksian konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap. Untuk output difungsikan sebagai pembacaan tegangan secara analog, sehingga teknologi ini sangat berkaitan dengan alat yang akan dibuat oleh saya sendiri, untuk gas yang dapat di deteksi dari sensor ini beragam, mulai dari gas LPG sampai pada asap Hydrogen mampu di deteksi sensor,” katanya.

“Semoga alat pendeteksi asap rokok yang diterapkan dalam toilet Kereta Api bisa bermanfaat, karena tujuan dari adanya penelitian ini, saya ingin mempermudah sistem kerja kondektur dalam menindak setiap pelanggaran yang terjadi di dalam kereta api, khususnya mereka para pelanggar yang merokok di dalam kereta, melalui aplikasi ini akan memudahkan kondektur yang berdinas bahwa di toilet tersebut terdeteksi adanya asap rokok, karena akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan,” tambahnya.

Fikra Titan S.T., M.Eng., dosen pembimbing mahasiswa menjelaskan, perancangan alat yang diciptakan oleh Mas Faiq, yaitu alat pendeteksi rokok dalam toilet di kereta api dalam tahap pengujian alat berjalan sesuai dengan standar prosedur, ketika disimulasikan ada asap dalam ruangan/toilet, sistem langsung bekerja dengan baik, sistem memberikan notifkasi secara realtime kepada petugas melalui pesan peringatan yang langsung masuk pada aplikasi dalam smartphone. Untuk aplikasinya sendiri menggunakan telegram, sehingga petugas akan bertindak secara cepat jika terjadi pelanggaran, jelasnya.

“Semoga riset atau perancangan alat yang dibuat oleh mas faiq memberikan inspirasi dan motivasi kepada seluruh sivitas akademika ITTP khususnya, serta aplikasi bisa diimplementasikan dalam kereta api kedepannya, sehingga alat bisa dikembangkan secara lebih lanjut,” tambah Dosen Prodi S1 Teknik Telekomunikasi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *