Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman M.Si., beberapa hari lalu (20-22/7) mengikuti sekaligus menjadi pembicara dalam International Symposium on Contemporary Indonesian Studies di Jinan University, Guangzhou China.

Acara international symposium tersebut membahas mengenai beberapa permasalahan yang sering terjadi antar dua negara. Dengan duduk bersama dan membahas akar dari semua permasalahan, maka akan memperbaiki permasalahan yang sedang dihadapi. Sehingga menjadikan semua orang menjadi paham secara bersama – sama.

Memperat Hubungan Bilateral

Acara ini diselenggarakan oleh ketiga pusat studi yakni Indonesian Studies Center of Jinan University, Southeast Asian Studies Center of Chinese Academy of Social Science, dan Southeast Asian Studies Center of Jinan University. Ketiganya sangatlah tidak asing di dalam dunia akademisi pastinya.

International Symposium

Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto Dr. Ali Rokhman M.Si mengatakan bahwa “Saya dalam acara International Symposium on Contemporary Indonesian Studies tersebut membahas mengenai beberapa permasalahan mengenai kajian – kajian kontemporer. Seperti isu – isu terhangat yang sedang terjadi saat ini. Saya membahas kehidupan masyarakat keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia terutama di Purwokerto. Sejauh mana mereka masih berkomunikasi dengan leluhur yang ada di Tiongkok, dan media apa yang digunakan untuk berhubungan,” katanya.

Untuk pembahasan yang diangkat setidaknya ada lima topik bahasan, yang mana kelima topic tersebut membahas mengenai (1) transisi demokrasi Indonesia dan tantangannya, (2) Perkembangan ekonomi dan prospeknya, (3) Budaya sosial Indonesia dan masyarakat Indonesia Tionghoa, (4) Diplomasi kekuatan menengah Indonesia dan prospeknya, (5) Perkembangan hubungan Tiongkok-Indonesia.

International Symposium

“Saya mengatakan bahwa Indonesia selalu siap menghadapi semua tantangan, terlebih kami (ITTP) sebagai salah satu perguran tinggi yang bergerak dalam bidang teknologi dan Institut Teknologi pertama yang berada di Jawa Tengah selalu mendorong SDM (para dosen) kami menciptakan mahasiswa yang memiliki keunggulan dalam bidang riset mengenai teknologi, sehingga kami membuka beberapa bidang studi unggulan seperti S1 Teknik Telekomunikasi, D3 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Software Engineering, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Industri, S1 Desain Komunikasi Visual,“ tambahnya.

Sesuai dengan slogan kampus sebagai Bridging Technology for Humanity, menggeluti bidang teknologi tanpa mengesampingkan keberadaan kearifaan lokal masyarakat.

Leave a comment