Program Studi (Prodi) S1 Rekayasa Perangkat Lunak kampus Institut Teknologi Purwokerto menggelar seminar dan workshop technopreneurship “Speak Up Your Idea” (9/6). Seminar tersebut bertempat di gedung IoT 102-103 kampus ITTP.

Narasumber dalam seminar dan workshop merupakan juara 1 hacksprint, start up pilihan Tempo 2017, dan top 6 agriculture the nextdev. Miftachurrobani yang merupakan praktisi dan pencipta startup lindungihutan.com.

Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Informatika Didi Supriyadi, S.T., M.Kom., mengatakan, kegiatan seperti yang dilakukan oleh program studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak ini sangat baik, ini sesuai dengan visi dan misi dari fakultas juga institusi untuk terus berkembang dan membangun startup di era millennial seperti sekarang ini. Kami akan terus berupaya untuk mendukung kegiatan – kegiatan yang melibatkan mahasiswa dalam mengembangkan dirinya untuk terus melangkah menuju generasi yang baik dan memiliki pengetahuan luas, khususnya dalam teknologi kekinian, katanya.

Kepala Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Emi Iryanti S.ST., M.T., mengungkapkan kami akan terus berusaha untuk mencetak generasi yang unggul khususnya dalam Iptek sesuai dengan visi dan misi program studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak yang juga diselaraskan dengan visi misi fakultas maupun institusi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyampaikan ide di depan juri atau investor, keluarannya berupa mahasiswa aktif mengikuti lomba – lomba serupa, ungkapnya.

Ben panggilan akrab narasumber Miftachurrobani mengatakan, perkembangan teknologi di era millennial yang terjadi sekarang ini memang menjadi primadona, khususnya mereka para kaum millennial. Berdasarkan pada pengalaman saya dalam membangun startup salah satunya adalah memahami dan mencari ide, karena dengan munculnya ide kita bisa dengan mudah untuk berpikir, merencanakan, dan membangun rancangan startup yang kita kehendaki, contoh Lindungihutan terbentuk karena dari pengalaman saya ketika berkunjung ke pesisir pantai yang banyak lingkungan sekitar terendam oleh air pasang karena tidak adanya pohon mangrove yang menyangga daerah tersebut, sehingga saya berpikir bahwa harus ada solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, artinya ada keinginan kita untuk memperbaiki dan ikut merasakan ingin adanya perubahan, maka saya dirikan startup peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Kalian para generasi millennial , khususnya mahasiwa kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto harus bangga dan terus berinovasi, karena kampus kalian adalah kampus ICT yang memiliki dasar yang kuat dalam pengembangan teknologi, katanya.

Kegiatan seminar dan workshop ini ditutup dengan penandatanganan kerjasama antara kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto dengan PT. Lindungi Bumi Nusantara dalam peningkatan komptensi mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *