Mahasiswa kampus   Institut Teknologi Telkom Purwokerto jurusan S1 Informatika berhasil menciptakan aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kanker Serviks belum lama ini. Bertempat di ruang laboratorium Swicthing, mahasiswa tersebut mengenalkan aplikasinya tersebut secara langsung.

Dosen pembimbing mahasiswa Afandi Nur Aziz Thohari S.T., M.Cs., menuturkan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan harus mampu melahirkan karya inovatif yg dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Adanya sistem pakar kanker serviks ini dapat membantu mendiagnosa secara dini timbulnya penyakit kanker. Sehingga keterbatasan jumlah dokter spesialis kanker serviks menjadi dapat sedikit teratasi dengan adanya aplikasi ini, katanya.

“Semoga kedepannya aplikasi yang dibuat mahasiswa kami terus dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat, utamanya mereka kaum perempuan yang sangat membutuhkan informasi dalam pencegahan penyakit kanker serviks secara awam,” tambahnya.

Shindi Pradnya Nareswari mahasiwa perancang aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kanker Serviks mengungkapkan bahwa sistem ini diciptakan karena ada suatu kekhawatiran saya sendiri terhadap gejala yang identik dengan perempuan ini. Kanker serviks sendiri merupakan kanker yang tumbuh dari sel-sel serviks, dimana berasal dari sel-sel dileher rahim tetapi dapat pula tumbuh dari sel-sel mulut rahim atau keduanya. Belum banyak tersedia sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit kanker serviks menjadi faktor utama bagi saya untuk menciptakan sistem ini. Sistem pakar ini diharapkan dapat menjadi alat bantu deteksi bagi masyarakat umum yang awam akan dunia kesehatan dan memiliki berbagai keterbatasan, ungkapnya.

 

“Sistem pakar ini dirancang menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) diantara banyak metode dalam sistem pakar. Metode ini dipilih bedasarkan studi literatur dimana hasil yang didapat yaitu mengenai metode CBR yang dapat memecahkan masalah dengan mudah, karena dapat mengambil solusi dari permasalahan sebelumnya. Selain itu sistem CBR juga akan semakin pintar apabila pengetahuan yang disimpan didalam knowledge base semakin banyak. Semoga aplikasi yang saya rancang dan ciptakan membawa perubahan dan menjadi solusi tepat bagi mereka para kaum perempuan di era millennial sekarang ini,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *