Mahasiswa program studi S1 Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto sukses ciptakan alat peraga pengatur angka – angka atau nama lainnya adalah Decoder Binary to Decimal, pada minggu lalu (5/7).

Decoder Binary to Decimal

Alat ini diciptakan berdasarkan arahan dari dosen S1 Teknik Telekomunikasi Maimun Hasan, S.T. M.T., sekaligus menjadikan penciptaan alat ini sebagai tugas besar dari kegiatan rutin mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi selama satu semester.

Decoder Binary to Decimal

Decoder Binary to Decimal diciptakan oleh Mahasiswa S1 Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto angkatan 2017, atas nama Chandra Maulana, Dimas Fasqi Fahrezi, Hanif Adhitama, Ijma’u Rizki, Najmil Hana Sukroeni, dan Resi Amalia Utami.

Decoder Binary to Decimal

Menurut Chandra, “Alat ini dirancang sedemikian rupa untuk merubah masukan 4-bit bilangan biner menjadi angka desimal yang akan ditampilkan pada seven segment. Rangkaian dari alat Decoder Binary to Decimal terdiri dari berbagai macam komponen terbentuk, yaitu : 1 buah Seven Segment dengan tipe Anoda, 1 buah Integrated Circuit Decoder 74LS47, 4 buah LED merah ukuran 3mm, 4 buah Resistor dengan ukuran 330 Ohm, 4 buah Resistor dengan ukuran 10 K Ohm, 4 buah Switch push button, dan Baterai 9v,” jelasnya.

Resi Amalia Utami mengatakan, ketika semua komponen tersebut sudah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah merangkai semua komponen dalam PCB Universal, kemudian akan disesuaikan dengan skema rangkaian yang sudah di desain sebelumnya. Rangkaian Decoder Binary to Decimal ini mempunyai masukan berupa bilangan BCD 4-bit (masukan A, B, C dan D). Bilangan BCD ini dikodekan sehingga membentuk kode tujuh segmen yang akan menyalakan ruas-ruas yang sesuai pada seven segment. Masukan BCD diaktifkan oleh logika ‘1’, dan keluaran dari decoder IC 74LS47 adalah aktif low, jelasnya.

Decoder Binary to Decimal

Dia menambahkan, untuk cara kerja alat, ketikan kita akan memasukan bilangan BCD melalui tombol yang ada pada rangkaian. Maka IC Decoder 7447 akan mengonversi inputan yang diberikan menjadi sebuah outputan yang bisa ditampilkan pada sebuah seven segment yang bertipe anoda. Sehingga alat ini dinamakan Decoder Binary to Decimal, tambahnya.

Harapan dari penciptaan alat ini, mahasiswa dan mahasiswi termotivasi untuk menemukan alat – alat yang berhubungan dengan teknik telekomunikasi, baiknya alat tersebut belum pernah diciptakan, jelas Dosen S1 Teknik Telekomunikasi Maimun Hasan S.T M.T., tersebut.

Leave a comment