Banyumas Digital Valley ITTP Dampingi PKH di Kebumen

Dalam rangka menjalankan program ProKUS atau Program Kewirausahaan Sosial, Banyumas Digital Valley IT Telkom Purwokerto turut serta dalam melakukan inkubasi bagi para penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Yang kemarin (14/12) telah berhasil mengunjungi dua tempat KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kebumen. 

Ariq Cahya Wardhana, S.Kom., M.Kom selaku bagian dari BDV ITTP, mendatangi langsung kedua tempat tersebut. Hadir pula Ibu Rini narasumber yang memberikan pelatihan olahan kolang – kaling dengan campuran telang, selaku owner dari Dapur Nelly Taman Reptil Kebumen.

Keduanya adalah pengolahan produk kolang kaling di Kebumen dan pelatihan jahit di Petanahan. Pada KPM pengolahan produk kolang kaling sendiri mendapat pelatihan untuk menambah nilai produk, dengan cara menambahkan bahan baku telang (semacam bunga yang berfungsi sebagai pewarna ungu alami). Sedangkan pada pelatihan jahit, para KPM dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam menjahit produk – produk yang laku di pasaran. 

Dokumentasi minuman kolang – kaling yang dipadukan dengan telang
Dokumentasi Ibu Rini Owner dari Dapur Nelly, selaku narasumber
Dokumentasi Tri Suyanti, KPM produk olahan kolang kaling

“Yang pertama, terkait dengan ProKUS ini, hari ini ada sebanyak 2 KPM yang diinkubasi, yaitu pengolahan produk kolang kaling dengan telang dan pelatihan jahit. Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan pengetahuan mereka dan juga untuk mengembangkan industri yang dijalankan,” ungkap Ariq Cahya Wardhana, S.Kom., M.Kom.

Dokumentasi KPM yang sedang mengikuti pelatihan menjahit kerudung

Program yang diselenggarakan atas kerjasama ITTP, khususnya BDV dengan Kementerian Sosial ini mendapat tanggung jawab untuk menginkubasi sebanyak 100 KPM di Kebumen. Kegiatan inkubasi akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan, yang telah dimulai sejak bulan September 2021. 

Dokumentasi saat BDV foto bersama dengan KPM dan pendamping pelatihan jahit

“Untuk pelatihan jahit, para KPM ini sebelumnya hanya menerima jasa jahit seragam dan lainnya, tapi dalam pelatihan ini mereka diajarkan menjahit produk – produk yang nilai jualnya lebih tinggi, seperti kerudung..”

Tujuannya, agar nantinya setelah mendapat inkubasi atau pelatihan ini mereka dapat meningkatkan kondisi ekonomi melalui penjualan produk yang nilainya lebih baik lagi. Yang selama pandemi ini mengalami keterpurukan. 

“Harapannya tentunya dengan ProKUS ini dapat menumbuhkan ekonomi Kebumen melalui KPM – KPM ini,” pungkasnya. (ITW)

Komentar

Baca Berita terkait