“BAWOR” PEMENANG TERBAIK FESTIVAL FILM PENDEK SEMESTA

BAWOR berhasil menjadi pemenang terbaik urutan pertama dalam Festival Film Pendek Semesta yang diumumkan melalui Instagram @semestafilmpendek, (2/6) kemarin. Festival Film Pendek Semesta adalah kegiatan yang diadakan oleh Semesta Media Perkasa, yang ditujukan untuk pelajar dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia. 

Film garapan enam mahasiswa DKV ITTP yang berjudul BAWOR ini merupakan sebuah film pendek eksperimental yang menceritakan seorang adik yang mempertanyakan keberadaan simbol dan maskot Bawor di setiap sudut kota Purwokerto. Namun, di akhir cerita rupa sang adik justru berubah menjadi sosok Bawor seperti yang dipertanyakan selama ini. 

Beberapa mahasiswa kreatif yang tergabung dalam tim produksi, seluruhnya mahasiswa angkatan 2019 yang saat ini duduk di semester 4. Mereka adalah Bagas Wisnuardi (Sutradara), Rangga Cahyo Mukti Laksana (Produser), Rizal Syafri Mauludin (Director of Art), Sofyan Bagus Juniar (Music Composer), Putri Romizah (Make Up Artist), Alvian Iqbal Dharmawan (Editor). 

“Kami berharap, hadirnya film pendek ini dapat menaikkan eksistensi perfilman daerah yang seringkali tertinggal dari kota – kota besar, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan kota lainnya” ungkap Rangga, Produser film pendek BAWOR. 

Film pendek BAWOR sendiri dibuat dalam rangka memperkenalkan sosok Bawor yang merupakan maskot Kabupaten Banyumas. Bawor dikenal sebagai karakter yang memiliki sifat jujur, cablaka, sederhana dan apa adanya. Sifat – sifat tersebut mencerminkan sifat yang dimiliki orang Banyumas. Namun, dalam film ini gambaran karakter Bawor dalam diri masyarakat justru dipertanyakan.

Mengapa begitu ? Pertanyaan ini tersirat dan dikemas secara apik dalam film, yang mempertanyakan apakah karakter tersebut masih melekat dalam diri masyarakat saat ini. 

Film ini juga sebagai gambaran atau refleksi transformasi budaya masyarakat yang berubah dari tradisional menjadi modern, yang digambarkan dalam adegan eksperimental dengan latar belakang yang berbeda di setiap scenenya. 

Ide tersebut digagas setelah mereka tertantang untuk membuat sebuah film yang mengangkat tentang budaya lokal, lantas tercetuslah sosok Bawor karena selama ini belum ada yang menggunakannya. 

“Film pendek ini menjadi langkah awal saya dalam dunia perfilman. Saya harap, dengan terciptanya karya pertama ini dapat memicu semangat saya dan teman – teman untuk membuat karya film pendek selanjutnya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami yang tergabung dalam komunitas film Fourteendays Cinema,” pungkasnya mengakhiri wawancara. 

Semangat berkarya mereka sepatutnya dapat menjadi inspirasi bagi rekan – rekan mahasiswa yang lain untuk terus menciptakan karya sesuai dengan bakat dan minat di bidangnya masing – masing. (ITW)

Berikut ini adalah dokumentasi tim saat pembuatan film Bawor :

Komentar

Baca Berita terkait