Hari senin, (7/12), terlihat banyak susunan kursi yang ditata rapi dan berjarak di gedung Rektorat lantai 2. Hal ini dipersiapkan untuk antrian tunggu bagi dosen dan karyawan yang akan mengikuti rapid test. 

Rapid test dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19 di lingkungan kampus ITTP. Bertindak sebagai koordinator Rapid Test adalah Wendy Saputro, salah satu anggota Covid Ranger ITTP.

“Rapid test berlangsung selama 2 hari, Senin dan Selasa. Mengingat ada 228 pegawai yang akan ditest, maka kami memberlakukan jadwal untuk setiap Bidang dan Fakultas, agar tidak terjadi penumpukkan antrian yang dapat menciptakan kerumunan” terangnya.

Pegawai yang mengikuti rapid test adalah mereka yang sedang berada di Purwokerto. Sedangkan bagi yang masih berada di luar kota atau sedang work from home diminta untuk tetap berada di daerahnya, karena dikhawatirkan akan membawa resiko penyebaran Covid19.

Setelah hasil rapid keluar, jika ada yang ditemukan reaktif, maka selanjutnya akan diadakan swab test. Lalu yg bersangkutan diminta ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan dan karantina selama 14 hari.

Hasil dari Rapid Test ini selanjutnya juga akan dilaporan ke LLDIKTI Wilayah VI selaku koordinator perguruan tinggi di Jawa Tengah. Mengingat setiap perguruan tinggi memang diwajibkan untuk melaporkan kondisi kesehatan dosen maupun karyawannya.

Dalam pelaksanaan Rapid Test kali ini, ITTP bekerjasama dengan Telkomedika dalam urusan penyediaan unit kesehatan rapid test, karena masih berada dibawah bawah naungan Telkom. Kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi oleh tim Covid Ranger ITTP yang diketuai langsung oleh Heru Priyatno, S.T., M.BA, selaku Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya. (ITW)

Open chat