DOSEN ITTP CIPTAKAN ALAT MONITORING KEBAKARAN HUTAN BERBASIS IOT

Sentra Inovasi ITTP kembali menghadirkan sebuah karya yang didedikasikan untuk masyarakat. Kali ini alat yang dibuat adalah Forest Fire Detection System (FFDS) yang diberi nama SiHutla. SiHutla diciptakan oleh tim dosen ITTP yang diketuai Sigit Pramono, S.T.,M.T, salah satu dosen prodi Teknik Telekomunikasi. 

SiHutla merupakan sistem monitoring kebakaran hutan dan lahan berbasis IoT (Internet of Things) sekaligus sebagai solusi yang dapat diimplementasikan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan deteksi dini potensi hotspot. Alat ini menggunakan pendekatan perangkat berbasis IoT yang dapat beroperasi secara otomatis, real time, dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. 

Terdapat tiga keunggulan dari alat ini, diantaranya terdapat Sistem monitoring yang dapat dilakukan dari jarak jauh; Menyajikan sembilan parameter sensor secara realtime yakni sensor suhu udara, kelembaban, tekanan udara, kecepatan angin, suhu tanah, intensitas asap, gas Karbondioksida, curah hujan, dan intensitas cahaya, untuk disajikan dalam bentuk data analitik dan prediktif; serta Biaya investasi untuk operasional alat yang rendah.

Tak hanya itu, SiHutla juga didesain agar tahan terhadap segala cuaca, dengan pengimplementasian solar panel, serta dibekali dengan fitur panic button yang dapat digunakan dalam kondisi darurat. (Detail gambaran alat dilihat pada link https://www.youtube.com/watch?v=9NSi5KM0pUg)

Latar belakang ide untuk membuat SiHutla timbul setelah melihat keadaan hutan Indonesia yang hingga kini terus mengalami kebakaran yang tak terkendali. Salah satu penyebab terlambatnya penanganan kebakaran hutan yang terjadi selama ini, yakni sistem monitoring hutan yang masih berjalan secara manual oleh manusia, keterbatasan ini menyebabkan keterlambatan deteksi titik kebakaran yang akurat. 

Pemerintah Indonesia sendiri telah membuat enam perintah untuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yaitu Memprioritaskan upaya pencegahan, Infrastruktur pemantauan dan pengawasan hingga tingkat bawah, Mencari solusi permanen untuk mencegah dan menangani karhutla di tahun mendatang, Penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilakukan, Tanggap dalam pengendalian titik api agar penanganan tidak terlambat, Penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran (sumber: https://nasional.kompas.com/6-instruksi-jokowi-cegah-karhutla-pengawasan-hingga-sanksi )

Oleh karena itu, inovasi dari ITTP lewat kerjasama apik dengan Egrotek dan Telkom DXB IoT, diharapkan dapat menjawab kebutuhan pemerintah sekaligus menjadi solusi nyata bagi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Sejauh ini total ada 12 unit SiHutla yang telah berhasil didistribusikan, dengan harapan kedepannya akan lebih banyak produksi SiHutla yang dapat disebar di seluruh titik hutan dan lahan di Indonesia. Alat ini cukup menarik perhatian Menko PMK, Bp. Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, saat menghadiri acara pameran inovasi di ITTP pada bulan Mei lalu. (ITW)

Komentar

Baca Berita terkait