ITTP Jadi Perguruan Tinggi Pelaksana Program KMMI Kemendikbud

Pada tanggal (26/6), melalui Surat Keputusan Kemendikbud No. 2861/E2/KM.07.00/2021 telah ditetapkan Pengumuman Perguruan Tinggi Pelaksana KMMI Tahun 2021. Dalam SK tersebut, Institut Teknologi Telkom Purwokerto dinyatakan lolos seleksi dan mendapat pendanaan dari pemerintah untuk pelaksanaan program KMMI tahun 2021. Tahapan seleksi yang telah dilalui diantaranya berupa seleksi administrasi dan proposal yang telah disubmit, kemudian dilanjutkan dengan asesmen lapangan yang dilakukan secara daring. 

Usai dinyatakan lolos pendanaan, selanjutnya perguruan tinggi harus mengisi formulir penandatanganan kontrak kerja dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Ini sebagai syarat untuk melaksanakan program KMMI. 

KMMI atau Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia merupakan metode pembelajaran bentuk kursus singkat/ short course yang mencakup hard skills dan soft skills, diadakan dalam rangka mendukung kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 

Dalam hibah KKMI ini, terdapat 2 program studi yang berhasil lolos untuk didanai kegiatannya yakni untuk program studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Data Science (DS).  Program studi RPL mengajukan mata kuliah Artificial Intelligence sedangkan Data Science mengajukan mata kuliah pengolahan Big Data menggunakan Machine Learning untuk course-nya.

Dimana dalam penyelenggaraannya program studi akan bekerja sama dengan industri sebagai salah satu tenaga pengajar. Course berlangsung sebanyak 16 kali pertemuan, dalam kurun waktu 8 minggu. Meskipun berlangsung dalam waktu yang singkat, namun sebetulnya ini setara dengan jumlah pertemuan kuliah untuk waktu 1 semester.

Course yang diselenggarakan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa program studi penyelenggara, namun juga terbuka bagi mahasiswa program studi lain di ITTP dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. 

“Kuota kelas sudah ditentukan yaitu untuk 40 mahasiswa. Dimana minimal 10% nya boleh diisi dari mahasiswa perguruan tinggi lain, sedangkan 90% nya dari mahasiswa ITTP. Jadi nanti kita juga akan bekerja sama dengan sesama perguruan tinggi” jelas Ismanto, Ketua Tim Penyusun Hibah KMMI.

Program KMMI ini memang berbasis pada tiga tren makro, diantaranya kebutuhan perkembangan pendidikan tersier yang berkualitas tinggi di masyarakat; terjadinya transformasi digital di berbagai sektor industri, sehingga perubahan ini membuat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja dan industri; serta digitalisasi sektor pendidikan tinggi, yang dapat memudahkan mahasiswa untuk mengakses baik di dalam maupun luar perguruan tinggi. (sumber: https://www.kemdikbud.go.id). 

Dengan terpilihnya ITTP pada program KKMI ini, diharapkan dapat mewujudkan kerjasama dan sinkronisasi perguruan tinggi dengan industri. “Ini kesempatan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai dunia kerja, serta kompetensi apa saja yang sebetulnya dibutuhkan oleh industri dari lulusan perguruan tinggi” tambah Ismanto. (ITW)

Komentar

Baca Berita terkait