Kuliner Khas Banyumas Dalam Perspektif Visual karya Dosen dan Mahasiswa DKV ITTP

Baru – baru ini mahasiswa bersama dengan Dosen prodi DKV ITTP telah merilis sebuah video iklan tentang kuliner khas banyumas yang diberi judul “Banyumas Authentic Culinary”. Pada video yang berdurasi dua menit ini menampilkan beberapa makanan kebanggan Banyumas, seperti getuk goreng, mendoan, soto sokaraja, keripik tempe, nopia, jenang jaket, kraca, badeg, jalabiya, dan cimplung. 

Pembuatan video ini sendiri merupakan luaran dari penelitian hibah internal kampus ‘Perancangan Creative Digital Advertising dalam Promosi Kuliner Banyumas’. Selain itu, juga bertujuan untuk mengenalkan dan mengingatkan kepada masyarakat tentang keanekaragaman makanan khas Banyumas. 

Para mahasiswa dan dosen yang terlibat, diantaranya Bagas Wisnuardi; Rizal Syafri; Sofian Bagus; Alvian Iqbal; M. Fakhrul; Ferdinanda, M.Sn; Riri Irma Suryani, M.Sn; dan Galih Putra Pamungkas, M.Sn. 

Proses shooting video dilakukan dengan menggunakan metode dan teknis yang sesuai dengan kaidah videografi sebagaimana yang mereka kuasai sehari – harinya.  

Dokumentasi saat proses shooting
Dokumentasi saat proses shooting
Dokumentasi saat proses shooting

Alasan dipilihnya video kuliner sendiri datang dari pengamatan mereka tentang sektor wisata kuliner, khususnya kuliner tradisional yang menjadi bagian penting dari pariwisata di suatu daerah. Dengan berpegang pada visi dan misi ITTP yang juga berfokus pada pengembangan sektor wisata, maka dilakukanlah observasi tentang konten video kreatif dan aesthetic yang berkaitan dengan ini di media sosial. Hasilnya, masih belum banyak konten yang menampilkan profil kuliner Banyumas. 

Tak hanya itu, alasan lainnya adalah mereka ingin turut membantu membangkitkan kembali sektor tourism pasca pandemi melalui karya tersebut. 

“Makanlah makanan tradisional agar badan tetap kuat di masa PPKM ini. Selain dapat membuat perut kenyang, badan sehat, yang terpenting karena mengonsumsi makanan khas/ tradisional juga merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan budaya kita,” ungkap Ferdinanda, S.Sn., M.Sn, selaku penanggung jawab. 

Kedepan, Ia mengaku jika prodi DKV akan terus memproduksi dan mempublikasikan berbagai karya yang bertemakan kearifan lokal. 
“Selanjutnya, kami akan terus memproduksi dan mempublikasikan karya (film, foto, desain, ilustrasi dll) yang fokus mengangkat kearifan lokal atau budaya Banyumas. Dengan harapan langkah tersebut secara tidak langsung dapat membantu publikasi sektor pariwisata di kabupaten Banyumas,” pungkasnya. (ITW)

Komentar

Baca Berita terkait