*Fotografer : Ita Wulan (ITW)

Masa pandemi yang masih terus berlangsung sampai saat ini banyak dipandang negatif oleh orang karena memang berdampak kurang baik pada hampir tiap sektor kehidupan masyarakat. Namun, pandangan negatif ini tidak berlaku bagi sekumpulan mahasiswa IT Telkom Purwokerto. Mereka justru memandang musibah ini sebagai peluang bisnis baru. 

Kali ini mereka membuat sebuah bisnis di bidang jasa dengan nama ‘Rewangi’ yang melibatkan pekerja lepas. Mereka terdiri dari 5 orang mahasiswa lintas jurusan dan berbeda tingkat, diantaranya : Rafian Ramadhani – 18102245 (S1 Teknik Informatika); Agung Prayogo – 18103095 (S1 Sistem Informasi); Novantri Prasetya Putra – 18102279 (S1 Teknik Informatika); Isnaeni Rachmawati – 19103081 (S1 Sistem Informasi); dan Afifah Cahyaningsih – 19102123 (S1 Teknik Informatika)

Dokumentasi Rafian Ramadhani dan Novantri Prasetya Putra saat kami wawancarai pada (4/3).

Ide menciptakan ‘Rewangi’ ini datang karena sejak adanya pandemi, para mahasiswa yang rata – rata adalah mahasiswa perantauan kebingungan merawat barang – barangnya yang berada dikos saat ditinggalkan untuk pulang kampung. Lalu banyak juga yang memilih untuk tidak ‘nge-kos’ lagi, tetapi tetap ingin barangnya berada di Purwokerto, untuk berjaga – jaga jika sewaktu pandemi usai dan diadakannya kuliah tatap muka kembali yang mengharuskan mereka untuk melanjutkan untuk ‘nge-kos’. Dari masalah – masalah ini muncullah ide untuk membangun bisnis jasa untuk menitipkan dan merawat barang. 

Nama ‘Rewangi’ berasal dari bahasa Jawa yang artinya membantu. Rewangi membantu para mahasiswa khususnya yang ingin menggunakan jasa untuk membersihkan kosnya, merawat barang yang ditinggalkan di kos, jasa antar jemput laundry, titip barang, dan kirim barang. 

Sampai saat ini mereka telah mendapatkan sebanyak kurang lebih 60 costumer yang menggunakan jasa Rewangi. Customer ini notabene nya adalah mahasiswa yang ada di sekitar daerah Purwokerto, Banyumas saja. 

Untuk saat ini mereka hanya menggunakan Whatsapp bisnis untuk memproses pesanan yang datang, karena dianggap masih cukup hanya menggunakan Whatsapp bisnis saja. Kedepan, mereka merencanakan untuk membangun website ‘Rewangi’ sendiri.  

“Kelebihan jasa kami ini, karena harga yang sangat fleksibel dan dijamin murah. Fleksibel disini maksutnya adalah menyesuaikan jarak, banyaknya barang, dll. Jadi tentu saja, ramah dikantong mahasiswa”, ungkap Rafian mempromosikan bisnisnya, pada sesi wawancara tanggal (4/3).

Meski mengaku belum mendapat keuntungan yang besar, mereka akan terus menjalankan bisnis ini. Keuntungan yang kecil ini dikarenakan harga jasa yang diberikan tidak besar karena menyesuaikan kantong mahasiswa. Selain itu, mereka juga masih harus membayar para pekerja lepas yang mengerjakan pekerjaan jasa ini. (ITW)

Dokumentasi desain Whatsapp bisnis REWANGI
Dokumentasi beberapa layanan yang dimiliki REWANGI