Pak BUDI Masuk 10 Besar NextDev 2020

Masih ingat dengan Pak Budi ? Ya, Pak Budi merupakan aplikasi rintisan yang dikembangkan oleh salah satu dosen ITTP, Dadiek Pranindito, M.T. Tahun ini Pak Budi berhasil masuk 10 besar pada kompetisi The NextDev Talent Scounting 2020. 

Gambar Profil Dadiek Pranindito, M.T (Founder Aplikasi Pak Budi)

Pak Budi masuk dalam jajaran 10 besar terbaik bersama dengan StartUp lain, diantaranya : Akademis.id (Aplikasi Tryout UTBK); Titik Nol (Aplikasi Kursus Bahasa Inggris); Appskep (Aplikasi TO CPNS, keperawatan, dan bidan); Parakerja (Aplikasi belajar untuk penyandang disabilitas); Widya Edutech (Aplikasi TO UTBK dan webinar); Create it (Aplikasi penyedia konten kreator); Robonesia (Aplikasi untuk belajar robot dan jual beli robot); Akal interaktif (Aplikasi konten edukasi); dan Scola (Aplikasi LMS). 

Gambar pada saat pengumuman Pak Budi masuk dalam 10 besar kategori Edtech for All

The NextDev Talent Scouting sendiri merupakan sebuah program kompetisi nasional berupa pencarian StartUp digital yang memiliki misi sosial (sosial impact). Diselenggarakan setiap bulan November hingga Desember setiap tahunnya di Jakarta. 

NextDev sudah dimulai sejak tahun 2015 dan telah diikuti oleh 5000 startup. Ini merupakan program unggulan CTR Telkomsel, dan terbukti sebagai salah satu penggerak ekosistem digital di Indonesia. 

Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini keseluruhan acara diselenggarakan secara daring. Dikarenakan kondisi pandemi yang melanda Indonesia. 

Total ada 4 kategori startup digital yg dikompetisikan : Healthtech Innovation; Edtech for All; The Borderless Digital Economy; dan Envirotech For Better Planet. 

Gambar Aplikasi Pak Budi yang sudah rilis di App Store sejak 19/2/2020

Pak Budi sendiri ikut dalam kategori Edtech for All, yakni kategori untuk StartUp yang menyelesaikan masalah pendidikan, serta penyediaan akses pendidikan yang mudah dan setara. Berhasil lolos dalam persaingan ketat dengan ratusan proposal dari StartUp lainnya, dan masuk dalam 20 besar. Pak Budi kembali diseleksi masuk dalam 10 besar. 

Kompetisi ini ini menawarkan hadiah berupa pendampingan dengan mentor terbaik. Selain itu, StartUp yang masuk jajaran 3 terbaik akan dipertemukan dengan investor untuk nantinya dapat bisa mengembangkan produk aplikasinya. 

NextDev memang dirancang untuk memperkuat berbagai aspek dari StartUp digital, mulai dari skalabilitas, riset dan pengembangan, desain, branding, hingga model bisnis dan juga kualitas produk. 

Dadiek Pranindito, founder PAK BUDI, mengaku akan berkompetisi lagi di tahun depan, tentunya dengan persiapan pengembangan Pak Budi yang lebih baik. Tentunya dikembangkan bersama dengan tim developer terbaiknya. 

“Saya submit NextDev ini sudah 2 kali, tahun 2019 lalu saya gagal, dan di tahun 2020 ini saya berhasil masuk kedalam 10 besar. Apakah aplikasi Pak Budi berhenti sampai disini ? jawabannya jelas TIDAK!

Menurut saya suatu inovasi memang dibutuhkan konsistensi yg panjang, jadi tidak ada yg sia2 dari apa yg sudah dilakukan. Saya percaya tahun – tahun selanjutnya akan lebih baik lagi. ‘Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil’. Saya ucapkan semangat berjuang juga buat teman – teman di ITTP yang sedang mengembangkan inovasinya”, begitulah ucap Dadiek Pranindito dengan nada penuh optimis dan semangat. 

Founder Pak Budi ini selalu optimis. Semangatnya dalam mengembangkan aplikasi dan terus berinovasi patut kita tiru. Semoga Pak Budi bisa menjadi StartUp yang besar dan bisa diikuti StartUp rintisan rekan – rekan ITTP yang lain. (ITW)