Pembela Gandari : Aplikasi Mencegah Kekerasan Seksual Buatan Mahasiswa

Rangga Cahyo Mukti, mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual angkatan 2019 belum lama ini berhasil berinovasi menciptakan sebuah ide aplikasi yang diberinya nama Pembela Gendari. Berkat ide ini juga Ia berhasil terpilih menjadi Juara I Mahasiswa Berprestasi ITTP 2022, pada (31/5) lalu. 

Aplikasi Pembela Gandari dibuat untuk mencegah kekerasan seksual utamanya pada wanita di lingkungan kampus. Dimana saat ini kampus masih menjadi tempat yang cukup banyak terjadi kasus kekerasan seksual, parahnya para korban seakan bingung kemana harus melaporkannya. 

Dokumentasi Rangga Cahyo M

“Berawal dari keresahan personal, dimana kakak saya pernah menjadi korban kekerasan berbasis gender.. Dari pengalaman tersebut, saya mencoba melakukan studi literatur, sehingga tercetuslah ide untuk membuat Pembela Gendari. Aplikasi ini juga dibuat dalam rangka pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat instutusi” jelas Rangga.  

Nama pembela Gendari sendiri diambil dari nama salah satu tokoh pewayangan, yaitu Dewi Gandari atau berarti perempuan. Oleh karena itu, aplikasi ini diharapkan dapat membela hak – hak perempuan dalam menuntut ilmu dengan tetap merasa aman dan juga terhindar dari kekerasan seksual. 

Sampai dengan saat ini, Pembela Gendari masih pada tahap pembuatan prototype yang diharapkan dapat selesai pada akhir Juni ini. Ia menambahkan jika targetnya aplikasi ini dapat launching pada 23 November yang bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. 

Dokumentasi saat Rangga (kedua dari kiri) beserta Mahasiswa Berprestasi lainnya usai mendapatkan penghargaan

Tentunya untuk merealisasikannya Rangga mengaku butuh bekerjasama dengan berbagai pihak dan tidak bisa hanya diselesaikannya sendiri. 

“Untuk pembuatannya saya menggunakan metode (R&D) Research and Development, dimana sekarang sedang dalam tahap developing prototype, sebelum nantinya di-develop secara produk..”

Rencananya Pembela Gendari akan diimplementasikan di lingkungan ITTP terlebih dahulu, dengan harapan kedepannya dapat diimplementasikan juga di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. 

“Saya sangat senang akan pencapaian ini, saya bisa membuat orang tua bangga juga.. Meskipun banyak rintangan yang saya hadapi dalam prosesnya, saya tetap optimis dan berharap dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar..” pesannya penuh semangat. Semoga dengan adanya Pembela Gendari nantinya dapat memberikan dampak nyata bagi menurunnya kasus kekerasan seksual pada perempuan khususnya di lingkungan kampus, serta dengan ini juga dapat menjadi portofolio apik yang dapat membawa nama ITTP maju dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional. (ITW)

Komentar

Maaf, Anda tidak bisa menulis komentar di post ini

Baca Berita terkait