Pengabdian Kepada Masyarakat : ITTP Kolaborasi dengan UNNES dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Berkualitas bagi Generasi Z Yang Terdampak Media Sosial di Kota Purwokerto

ITTP dan UNNES turut serta dalam mengikuti pengabdian kepada masyarakat mengenai fenomena penggunaan media sosial yang semakin meluas di kalangan Generasi Z di Kota Purwokerto yang diadakan pada tanggal 13 Mei 2024

Kegiatan ini diselenggaran oleh Bapak Riyatno S.S., M.Hum dosen Teknik Telekomunikasi, Bapak Bita Parga Zen selaku Kepala Urusan Pengabdian Kepada Masyarakat berkolaborasi dengan Ibu Dr. Rini Fidiyani, S.H., M.Hum. dosen Fakultas Hukum dan Ibu Siti Nuzulia, Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNNES Semarang.

Media sosial dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi, namun penggunaan yang berlebihan berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis, hal ini menimbulkan keprihatinan akan kesehatan mental Gen Z.

Menurut Rini, menanggapi hal tersebut berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental berkualitas bagi generasi Z yang terdampak oleh media sosial di Kota Purwokerto. Salah satunya dengan program-program pendidikan dan sosialisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dalam program pendidikan, Gen Z diajarkan tentang pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan sehat. Mereka diberikan pemahaman mengenai risiko-risiko yang dapat timbul akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, seperti gangguan tidur, kecemasan, depresi, dan gangguan pola makan.

Selain itu, Lembaga Swadaya Masyarakat juga turut aktif dalam menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi Gen Z yang mengalami dampak negatif dari penggunaan media sosial. Layanan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara tentang masalah yang dialami, serta mendapatkan dukungan dan panduan dalam menghadapinya.

Tak hanya itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas menjadi salah satu kunci dalam upaya meningkatkan kesehatan mental Gen Z di Kota Purwokerto. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan fasilitas pertumbuhan kesehatan mental yang berkualitas bagi generasi muda.

Meskipun banyak tantangan yang akan dihadapi dalam upaya meningkatkan kesehatan mental Gen Z, namun langkah-langkah nyata seperti program pendidikan, layanan konseling, dan kolaborasi antar kampus telah memberikan harapan akan terciptanya generasi yang lebih sehat secara mental di Kota Purwokerto.

Menurut Siti, dalam era digital saat ini peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dihindari. Namun, dibalik kemudahan dan konektivitas yang ditawarkan oleh media sosial, terdapat masalah rumit yang dapat mempengaruhi kesehatan mental individu.

Media sosial memiliki potensi untuk memperkuat ikatan sosial, meningkatkan kreativitas, dan memberikan akses terhadap informasi yang berharga. Namun, penggunaan yang tidak seimbang dan perilaku yang tidak sehat mengakibatkan dampak negatif bagi kesejahteraan psikologis seseorang.

Menurut Riyatno, studi-studi terkini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri. Yang disebabkan oleh adanya perbandingan sosial yang berlebihan, cyberbullying, serta tekanan untuk mempertahankan citra diri yang sempurna di dunia maya.

Untuk mengatasi tantangan ini, penting untuk memahami batasan dalam penggunaan media sosial dan mempraktikkan perilaku yang sehat secara digital. Mengelola waktu secara efektif, membatasi paparan terhadap konten yang merugikan, serta membangun hubungan yang kuat di luar dunia maya dapat menjadi langkah-langkah yang efektif dalam menjaga kesehatan mental.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya dukungan sosial dan ketersediaan sumber daya mental juga menjadi kunci dalam menghadapi dampak negatif dari media sosial. Layanan konseling, grup dukungan, dan inisiatif komunitas dapat menjadi sarana penting bagi individu yang membutuhkan bantuan dalam mengatasi masalah kesehatan mental yang terkait dengan penggunaan media sosial.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang interaksi antara kesehatan mental dan media sosial. Bita menyampaikan harapannya dengan mengatkan bahwa masyarakat dapat mengembangkan sikap yang lebih bijak dan peduli dalam menghadapi tantangan yang muncul dalam lingkungan digital. Hanya dengan pendekatan menyeluruh dan kerjasama, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan bagi semua individu.

Penulis : Nabilah || Editor : Silvia VM.

Komentar

Maaf, Anda tidak bisa menulis komentar di post ini

Baca Berita terkait