ITTELKOM-PWT.AC.ID – Unit Career Development Center (CDC) Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP), menggelar acara talkshow online dengan tema “How To Be UMB Developer” pada hari Selasa (5/5). Dengan narasumber Riani Afifah Amin, S.Kom, alumni mahasiswa ITTP program studi S1 Teknik Informatika, yang saat ini bekerja pada bidang UMB Developer.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Informatika (FIF) Dr. Tenia Wahyuningrum, S.Kom., M.T., Kaprodi Informatika Fakhrudin Mukti Wibowo S.Kom., M.Eng, Kepala Urusan (Kaur) Aktivitas Kemahasiswaan, Kaur CDC, dan Kaur Bimbingan Konseling.

Peserta Talkshow CDC How To Be UMB Developer

Kaur CDC Tri Ginanjar Laksana S.Kom., M.Kom., M.Cs., mengungkapkan, ini adalah salah satu bentuk kami dari unit pengembangan karir ITTP untuk terus melakukan penguatan serta bersinergi dengan para alumni. Karena alumni menurut kami merupakan salah satu asset penting lembaga. Adanya talkshow online di tengah pandemik Covid-19 bersama alumni, merupakan langkah penting agar silaturahmi antara lembaga, sivitas akademika dengan alumni tetap terjaga dan saling menguatkan.

Ada beberapa trik dalam menghadapi dunia industri di era globalisasi seperti yang terjadi sekarang ini. Seperti halnya mempersiapkan diri kita dengan meningkatkan softskill dan hardskill mahasiswa. Meningkatkan kualitas berbahasa asing, salah satunya bisa menguasai bahasa Inggris. Membuat CV/Daftar Riwayat Hidup yang dibuat secara menarik, baik konten maupun visualisasinya.

Alumni/narasumber memberikan materi talkshow kepada para peserta

“Untuk pengalaman saja, dunia kerja seperti sekarang sangat menekankan pada sisi kreatifitas dan semangat dalam bekerja (multitasking). Sebagai seorang engineer saya mengawali karir saya di perusahaan kecil dengan menjadi IT Project selama setahun, kemudian pindah ke perusahaan besar dengan posisi sama selama satu tahun, dan dipercaya atasan menjadi UMB Developer saat ini,” jelas Riani.

“Satu hal yang saya ingin  tekankan, di era keterbukaan sosial kalian harus tetap menjaga etika dalam bermediasosial. Jangan ada dalam media sosial kita mengandung ujaran kebencian maupun SARA,”tambahnya.