UNIT KEGIATAN MAHASISWA SENTRAL KEROHANIAN ISLAM SELENGGARAKAN WORKSHOP AL-QURAN BATCH 2

Sabtu 18 Juni 2022 telah berlangsung Workshop Al-Quran Batch 2 dengan tema “Pemahaman Makhorijul Huruf Untuk Menyempurnakan Bacaan Al-Quran. Kegiatan Workshop Al-Quran Batch 2 ini dihadiri oleh sekitar 70 orang peserta Workshop baik secara daring melalui zoom meeting dan luring di ruangan IOT 102 dan IOT 103 IT Telkom Purwokerto .

Hadir juga Arkananta sebagai ketua umum UKM Sentral Kerohanian Islam, dan Pak Imam sebagai pembimbing UKM Sentral Kerohanian Islam IT Telkom Purwokerto untuk memberikan sambutan.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Fikri Muzaki dengan dihantarkan oleh MC  setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua panitia Dimas Setya Mahardika, dari ketua umum dan pembimbing UKM Sentral Kerohanian Islam.

Dokumentasi saat foto bersama antara panitia dengan narasumber

Pembicara pada workshop ini adalah Bhayu Subrata yang aktif dalam BKPRMI, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna dan ODOJ (One Day One Juz) Jawa Tengah. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW beserta umatnya dan merupakan bacaan utama bagi umat muslim di seluruh jagat raya. 

Segala sesuatu yang ada kaitannya dengan Al-Qur’an seketika menjadi mulia. Contohnya saja kertas putih yang bisa dikatakan harganya murah, ketika dituliskan ayat suci Al- Qur’an diatasnya maka tidak boleh kita simpan sembarangan. Jika hati kita mau mulia di dunia dan diakhirat, salah satu jalannya yaitu memuliakan Al-Qur’an. 

Dokumentasi tangkapan layar para peserta yang hadir secara online

“Belajar Al-Qur’an, belajar membacanya, qiraatnya, memahami tafsirnya, belajar apapun yang ada dalam Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya itu merupakan cara memuliakan Al-Qur’an” kata Bhayu Subrata sebagai pemateri pada Workshop Al-Quran Batch 2 ini.
Suatu ungkapan yang mengabarkan kepada kita betapa pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai poros utama dalam kehidupan ini, hanya dengan Al-Qur’an dapat membentuk akhlak yang mulia.Terutama para pemuda sebagai Agent of Change yang memegang peranan penting dalam perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang juga sekaligus sebagai pilar kebangkitan umat. Mempelajari ilmu tajwid merupakan hal yang sangat penting bagi umat Islam, terutama makhorijul huruf. Karena dengan salah pengucapan bisa salah makna dan berakibat fatal tentunya.(IAP)

Komentar

Maaf, Anda tidak bisa menulis komentar di post ini

Baca Berita terkait