Dosen DKV IT Telkom Purwokerto Jadi Salah Satu Kurator Pameran Internasional Nandur Srawung

Arsita Pinandita, M.Sn kembali beraksi menjadi salah satu dari 5 (lima) kurator pada Pameran Internasional Nandur Srawung 2022 yang diadakan sejak 16 – 22 Oktober 2022 secara offline di Taman Budaya Yogyakarta. 

Disana Ia bersama dengan kurator lainnya yang bertugas untuk menyusun konsep, merancang program, hingga menyeleksi karya-karya yang masuk. Melalui kurasi oleh kurator tersebut lah peluang untuk munculnya karya unik dan khas dapat terwujud dan akhirnya berhasil dipamerkan. 

Dosen berpenampilan nyentrik dan khas dengan outers kotak dan topinya ini telah berpartisipasi sejak Nandur Srawung #1 atau tepatnya pada 2014. Meski sempat absen selama 3 (tiga) tahun, Ia kembali bergabung dalam Nandur Srawung #5 2018 hingga kini. 

Dokumentasi saat Arsita Pinandita bersama dengan kurator lainnya di pameran Nandur Srawung

“Awalnya saya diundang oleh Taman Budaya Yogyakarta untuk menjadi kurator. Kenapa saya tertarik, karena Nandur Srawung punya konsep yang berbeda diantara pameran-pameran seni yang ada di Yogyakarta..” ungkap Arsita, saat menjelaskan awal mula berpartisipasi dengan Nandur Srawung.

Nandur Srawung 2022 ini mengambil tema Matrix dan Mayapada yang memadukan konsep Digital Teknologi dengan Kepercayaan Hindu Bali. Pameran ini menjaring segmen peserta yang mempunyai karya konvensional maupun digital mulai dari ranah teknologi, sains, budaya, sosial, dan lingkungan hidup.

“Seperti yang kita ketahui sekarang bahwa setelah pandemi kita memasuki era endemi. Kita coba menerjemahkan apa saja yang terjadi di masyarakat dan bagaimana tradisi tersebut bisa beradaptasi dengan yang sedang terjadi pada perubahan zaman sekarang ini melalui bahasa seni,” terangnya. 

Ragam karya yang dipamerkan pun mencakup hasil seni kontemporer, seperti seni lukis, grafis, patung, media baru, seni aktivitas, dan lainnya. Bisa dikatakan jika pameran tahun ini terbilang sukses besar karena telah berhasil menarik minat sekitar 8102 pengunjung selama masa pameran. 

Dokumentasi pameran karya di Nandur Srawung 2022
Dokumentasi gambaran pameran Nandur Srawung 2022

“Yang menarik di tahun ini kita coba memperluas gagasan, yaitu tentang inklusivitas. Jadi banyak seniman, teman-teman difabel, binary, mereka yang punya kecenderungan inklusivitas itu memiliki bahasa dan kode-kodenya tersendiri. Yang kemudian oleh kita, publik seni mampu merayakan perbedaan itu bahwa sebetulnya semua sama.”

Bagi Anda yang belum sempat berkunjung ke Nandur Srawung kemarin, tidak perlu khawatir karena ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Taman Budaya Yogyakarta yang tentunya akan terus diadakan di Yogyakarta. 

“Tahun depan kita sudah mempersiapkan konsepnya, tapi tidak boleh dispill.. Yang jelas akan lebih menarik dari tahun ini dan akan lebih banyak melibatkan negara-negara dari luar untuk bisa terlibat di pameran ini,” tutupnya. (ITW) 

Dokumentasi Arsita Pinandita (tengah) bersama dengan tim kurator
Dokumentasi suasana dibalik layar Nandur Srawung 2022
Dokumentasi para kurator dan panitia dibalik kesuksesan Nandur Srawung 2022

Komentar

Maaf, Anda tidak bisa menulis komentar di post ini

Baca Berita terkait