Dosen Prodi DKV Berkontribusi Dalam Pameran Internasional Nandur Srawung

Lima dosen prodi Desain Komunikasi Visual ITTP ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Pameran Internasional Nandur Srawung yang diadakan di Taman Budaya Yogyakarta sejak 10 September lalu hingga 19 September 2021. Pameran ini diikuti oleh 60 seniman dari berbagai negara diantaranya ialah Jepang, Jerman, Swiss, Austria dan Indonesia dengan karya sebanyak 72 karya individual maupun kelompok yang ditampilkan pada pameran ini. Kelima dosen tersebut ialah Arsita Pinandita, M.Sn sebagai Kurator, Nofrizaldi, M.Sn, Ferdinandia, M.Sn, Riri Irma Suryani, M.Sn, dan Yanuar Ikhsan S.Pd., M.Sn sebagai seniman.

Karya Nofrizaldi, M.Sn. dengan judul “Green Scream”

Pameran Nandur Srawung merupakan pameran yang mempertemukan beragam lintas disiplin seni seperti lukisan, patung, video art, performance art, seni instalasi, dari beragam karakternya mulai dari yang bersifat tradisi, modern hingga kontemporer. Pameran yang diadakan pada tahun ini bertemakan Ecosystem: pranåtåmångså yang berartikan menilik kembali relasi manusia dengan sesama dan semestanya ataupun mengetahui bagaimana kemampuan manusia beradaptasi dalam jagad digital dan pandemi global. Melalui pameran ini, para seniman menunjukkan apakah manusia makin tercerabut dengan semesta nyata ataukah makin tersesat di jaga digital yang telah berkembang ini. Oleh karena itu tema dari pameran ini berkembang dari berbagai pertanyaan dan pernyataan yang ingin mengetahui interaksi manusia dengan kumpulan informasi yang telah terserak di jagad digital seperti saat ini, sebagaimana pranåtåmångså digunakan untuk membaca semesta dahulu.

Karya Yanuar Ikhsan S.Pd., M.Sn. dengan judul “Smile Everywhere (Isolasi Mandiri Series)”

Objek yang dipamerkan pada pameran ini cukup beragam. Mulai dari lukisan, patung, seni grafis, batik, seni kain, video, fotografi, desain, hingga aktivitas seni lainnya. Hingga saat ini acara telah berjalan dengan beragam program selain pameran yang dilaksanakan secara Online, seperti webinar, workshop, artist alk, dan performance art.

Menurut Arsita Pinandita, M.Sn, pameran ini ditargetkan untuk penikmat seni dari berbagai kalangan. Uniknya peserta yang hadir pada pameran ini dihadiri dari berbagai jenjang usia mulai dari umur 4 tahun hingga 60 tahun.

“Targetnya adalah para penikmat seni maupun berbagai kalangan yang ingin mengetahui hubungan seni dengan ekosistem kreatif. Menariknya peserta yang hadir selama pameran ini dilaksanakan cukup beragam jenjang usianya, dimulai dari umur 4 tahun hingga 60 tahun”, ucapnya.

Karya Ferdinandia, M.Sn, dan Riri Irma Suryani, M.Sn. dengan judul “Inyong Kentjot (Saya Lapar)”

Pameran ini masih diselenggarakan hingga 19 September nanti yang dapat dilihat secara online dengan mengunjungi web nandursrawung.com. Selain itu peserta dapat hadir secara langsung ke tempat pameran yang berada di Taman Budaya Yogyakarta dengan mengisi RSVP terlebih dahulu secara Online untuk jadwal kunjungan esok harinya. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan protokol kesehatan saat berkunjung langsung ke pameran Nandur Srawung. (TS)

Komentar

Baca Berita terkait