Mahasiswa Teknik Informatika buat Aplikasi Edukasi Bahaya Depresi dan Pencegahannya

Mahasiswa ITTP kembali mencetak prestasi pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek dengan karyanya berupa aplikasi edukasi bernama “e-Bdiar (Edukasi Bahaya Depresi Serta Pencegahan)”. Aplikasi ini merupakan sebuah karya dari empat mahasiswa Prodi S1 Teknik Informatika yang terdiri dari Wiwit Farianto (Ketua dan Developer aplikasi), Tufail Akhmad S. (Modelling 3D), Febri Arista R.P (Desain UI/UX), dan Astin Astriandari (Konsep marker dan penulis materi pada marker) serta didampingi oleh dosen pembimbing Novian Adi Prasetyo, S.Kom.,M.Kom.

Aplikasi e-Bdiar merupakan aplikasi edukasi dalam bentuk visualisasi objek 3D dengan menggunakan teknologi Augmented Reality. Edukasi yang diberikan dari aplikasi ini ialah mengenai bahaya depresi pada seseorang serta memberitahukan pencegahan depresi.

Tampilan objek visualisasi 3D dalam aplikasi e-Bdiar

E-Bdiar tercipta berawal dari permasalahan yang seringkali menjadi sorotan selama masa pandemi Covid-19 seperti masalah kesehatan mental. Sehingga tercetus ide untuk membuat sebuah aplikasi edukasi. Lalu tim ini mengikutsertakan idenya pada program PKM 2021. Tak disangka ide tersebut berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud Ristek dan akan dipresentasikan pada tanggal 10 September nanti.

Proses pembuatan aplikasi ini memakan waktu dua bulan lamanya dari pembuatan desain UI/UX, pembuatan modeling 3D, pembuatan marker, hingga pembuatan coding untuk aplikasi. Dibalik proses tersebut, Wiwit mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala seperti saat pembuatan UI/UX yang sempat dikatakan belum layak untuk digunakan.

“Dari kami sudah ada sebenarnya untuk desainnya, tetapi itu belum bisa dikatakan layak. Maka kami mencari bantuan seseorang untuk membantu dalam revisi dan re-desain UI/UX untuk aplikasi kami”, ungkapnya.

Pada masa ini kesehatan mental memang sangat penting untuk diperhatikan dan dirawat. Dengan adanya aplikasi ini dapat membantu masyarakat Indonesia lebih memahami bahayanya depresi dan juga mengetahui bagaimana cara pencegahannya.

“Harapan dari kami, mudah mudahan aplikasi ini bisa bermanfaat dan semoga bisa mendapatkan hasil yang baik.”, ungkap Wiwit.(TS)

Komentar

Baca Berita terkait