ITTELKOM-PWT.AC.ID – Mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi merancang teknologi sistem monitoring dan pengisian token listrik otomatis berbasis android. Bertempat di Gedung Rektorat lantai 1, teknologi ini diuji kelayakannya oleh dosen pembimbing dan penguji, Jum’at (20/3).

Hasil yang didapat dari proses pengujian alat tersebut sukses sesuai harapan tinggi dari perancang teknologi tersebut, Aldi Wijaya.

Hasilnya menunjukan bahwa akurasi sensor yang ada dalam alat berjalan tanpa hambatan. Termasuk fungsi aplikasi android untuk monitoring rangkaian atau komponen perangkat keras lainnya. Sehingga sistem dapat aktif dalam waktu 10,4 jam.

Dilatarbelakangi dari peningkatan populasi manusia yang berbanding lurus pada peningkatan penggunaan sumber daya listrik, serta di Indonesia pengguna listrik rumah tangga masih menggunakan metode pengecekan meteran listrik secara manual. Menjadi alasan Aldi untuk merancang suatu alat monitoring berbasis android. Sehingga dengan adanya teknologi ini bisa mempermudah pengguna listrik, khususnya para ibu rumah tangga.

“Seseorang melakukan mobilitas karena adanya kebutuhan yang perlu dipenuhi. Jenis mobilitas yang semakin meningkat dimasa yang akan datang adalah mobilitas penduduk yang diiringi dengan pemenuhan kebutuhan secara cepat (efisien). Oleh karenanya saya merancang teknologi sistem monitoring dan pengisisan token listrik dengan didukung dari sistem kerja android, sehingga bisa digunakan dalam ponsel pintar pengguna,” jelasnya.

Muntaqo Alfin Amanaf S.T M.Eng., salah satu dosen penguji sistem tersebut sangat mengapresiasi dari kinerja mahasiswanya. Menurut dia sistem ini dapat menjadi solusi untuk melakukan pengisian token listrik melalui smartphone atau ponsel pintar.

“Kami akan sangat senang jika sistem ini bisa diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka para pengguna listrik token. Kami berharap peranan dari pemerintah atau lembaga terkait untuk bersama-sama mengembangkan alat ini, sehingga memiliki kebermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Open chat