ITTELKOM-PWT – Belum lama ini  salah satu Dosen Teknik Industri kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto meraih Juara 2 dalam Lomba Literasi Geopark yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kebumen, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kebumen.

Artikel yang berjudul Membangun Ekosistem Inovasi UMKM di Kawasan Pop Mie (Poros Pertumbuhan Ekonomi) Geopark Nasional Karangsambung Kebumen, adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh Dosen kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto Achmad Zaki Yamani S.T., M.T., bersama tim.

Menurut dia, Pemerintah Daerah Kebumen perlu mengambil inisiatif dan memiliki kepentingan untuk mendorong peran UMKM di kawasan Geopark karangsambung untuk bisa mengakselerasi pembangunan ekonomi sosial budaya kawasan Geopark. Oleh karenanya rekomendasi untuk membuat cetak biru (blue print) kawasan Poros pertumbuhan ekonomi (Pop Mie) Geopark Nasional bisa dilakukan sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem inovasi UMKM Kebumen secara lebih sistematis dan massif untuk mendukung pilar pembangunan kawasan Geopark yang harus berpedoman pada 3 pilar utama, yakni konservasi, pendidikan (research and development) serta peningkatan ekonomi masyarakat masyarakat di sekitar kawasan Geopark secara khusus serta ujungnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kebumen secara inklusif,” jelas Ahmad Zaki Yamani S.T., M.T., Dosen pengagas konsep POP MIE dalam mengembangkan inovasi UMKM di kawasan Geopark Karangsambung, ungkapnya.

Dia juga menambahkan, dalam proses membangun ekosistem riset sama halnya memperkokoh fondasi sebuah bangunan, senada persis dengan yang disampaikan Achmad Zaki CEO Bukalapak dalam acara Indonesia Development Forum 2019 di Jakarta belum lama ini bahwa perusahaan besar dunia seperti General Electric, Google, dan Samsung semakin memperkokoh bisnisnya karena dilatarbelakangi kesadaran akan R & D (Research & Development) yang kuat dalam dunia usaha. Research and development mutlak dilakukan dalam rangka mengakselerasi pengarusutamaan riset-riset baru untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Wabah revolusi industri 4.0 meski diimbangi dengan pengalokasian sumber daya (resources) dalam gerakan riset yang massif sesuai dengan kebutuhan (based on problem) masyarakat, tambahnya.

Wakil Bupati  Kabupaten Kebumen Arif Sugianto, SH., mengatakan, dorongan dari pihak eksternal dalam hal pengembangan UMKM di kawasan Geopark Nasional Karangsambung kami sangat menyambut baik sekali. Semakin banyak ide – ide yang kreatif dan inovatif, visioner dari dosen, guru, pelajar, dan masyarakat, akan semakin banyak referensi yang bisa kami pertimbangkan implementasikan dalam kegiatan pengembangan dan peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya di kawasan Geopark Nasional Karangsambung. “Selamat kepada para pemenang lomba literasi geopark Karangsambung, terus kembangkan ide – ide kreatifnya. Diraihnya prestasi ini bisa menjadi motivasi sendiri bagi para penulis, dan ide – ide dalam tulisan ini kedepan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kebumen. Kedepan, kami harap artikel – artikel yang juara dalam lomba literasi Geopark menjadi modal utama dalam melakukan peningkatan kawasan Geopark, salah satunya adalah menarik para investor untuk bekerjasama, karena untuk tahun ini pembangunan Kabupaten Kebumen tidak sepenuhnya fokus di kawasan Geopark saja,” katanya.Geopark Karangsambung-Karangbolong resmi dikukuhkan sebagai Geopark Nasional ke 15 yang berstatus nasional. Geopark karangsambung-karangbolong memang sangat unik, wujud landscape dasar samudera purba yang muncul karena terjadinya peristiwa alam yang sangat menakjubkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *