Dosen ITTP Ciptakan Teknologi Budidaya Tanaman Hidroponik

Saat ini banyak kita jumpai masyarakat yang memanfaatkan media hidroponik untuk bercocok tanam. Hidroponik sendiri merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, namun menggunakan air dan larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman sebagai media untuk tumbuh. Bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan luas atau area terbuka, metode ini tentu dapat menjadi solusi.  

Agar tanaman dapat tetap tumbuh dengan baik, tentunya membutuhkan asupan cahaya yang cukup. Hal inilah yang ternyata sulit untuk dikendalikan. Cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan yang tinggi menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik karena kekurangan cahaya. Sebaliknya, cuaca yang terlalu panas juga akan membuat tanaman mati. 

Dokumentasi detail alat SISTER PONIK

Dari permasalahan tersebut, Mas Aly Affandi, salah satu dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto, mencoba membuat alternatif solusi agar pembibitan bisa dilakukan di ruang tertutup, namun dengan asupan cahaya yang cukup. 

Ia menciptakan sebuah alat yang diberi nama SISTER PONIK. SISTER PONIK merupakan perangkat teknologi yang mampu menetralkan cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman hidroponik. Alat ini dilengkapi dengan perangkat lampu sebagai sumber cahaya yang dapat memenuhi kebutuhan panjang gelombang dan intensitas cahaya selama pembibitan tanaman. 

Dokumentasi saat foto bersama usai pengenalan SISTER PONIK

“Ide ini awalnya muncul saat saya melakukan pengabdian masyarakat di sebuah tempat milik pengusaha hidroponik. Disana, saya menemukan permasalahan utama saat mengembangkan budidaya tanaman hidroponik. Jadi saya coba membuat solusi untuk itu” Ungkap Aly.

Menurutnya, tanaman sebetulnya tidak membutuhkan cahaya yang datangnya harus dari matahari. Kebutuhan tanaman akan cahaya matahari dapat digantikan oleh lampu yang memiliki panjang gelombang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman membutuhkan panjang gelombang 600-700nm dan 400-500nm. Spektrum cahaya dengan rentang tersebut dapat dihasilkan oleh perangkat sister ponik sehingga memungkinkan untuk penanaman dalam ruangan.

“Cara pemakaian SISTER PONIK sangat mudah. Perangkat dapat diletakkan di dalam ruangan sehingga ancaman penyakit yang dibawa angin dapat dikendalikan” jelasnya.

Alat ini juga dilengkapi teknologi Artificial Lighting untuk merawat tanaman. Artificial Lighting merupakan teknik pencahayaan buatan yang hanya menghasilkan cahaya sesuai dengan panjang gelombang yang dibutuhkan tanaman. Dengan perangkat SISTER PONIK, proses penanaman dan pembibitan tanaman hidroponik menjadi sangat memungkinkan dilakukan di dalam ruangan. Sehingga hasil produksi pertanian juga menjadi lebih meningkat.SISTER PONIK merupakan salah satu startup binaan Banyumas Digital Valley (BDV), sebuah inkubator yang dikelola oleh Institut Teknologi Telkom Purwokerto. BDV memiliki berbagai layanan yang membantu para penggiat usaha start up khususnya di daerah Banyumas yang merasa kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya. (SR)

Komentar

Maaf, Anda tidak bisa menulis komentar di post ini

Baca Berita terkait