Tim Yakut dari ITTP Berhasil Meraih Juara 1 di GEMASTIK XIV Kategori Pengembangan Aplikasi Permainan

Kamis lalu (7/10), merupakan hari yang menggembirakan sekaligus membanggakan untuk IT Telkom Purwokerto. Pasalnya, Tim Yakut dari ITTP berhasil mendapatkan Juara 1 di kategori Divisi 10 Pengembangan Aplikasi Permainan,  yang merupakan pertama kalinya selama ITTP berkontribusi dalam perlombaan Gemastik. Tim Yakut berhasil menciptakan Games virtual edukatif untuk anak-anak penyandang Tuna Grahita di SLB Yakut Purwokerto yang diberikan nama VIREGRA atau Virtual Reality Tuna Grahita. Tim ini beranggotakan Bernadus Tegar. H, sebagai 3D Designer & Animator, Rangga Cahyo, M.L, sebagai UI Designer & Project Manager dan Muhammad Junaedi sebagai Programmer & Team Leader, dengan dibimbing oleh Agi Prasetiadi, S.T., M.Eng, sebagai dosen pembimbing Tim Yakut selama perlombaan ini berlangsung.

VIREGRA atau Virtual Reality Tuna Grahita merupakan sebuah media belajar alternatif berbasis game virtual Reality untuk anak-anak Tuna Grahita dalam membantu meningkatkan daya kognitif, keberanian dan fokus dalam belajar. Teknologi VR yang digunakan pada permainan ini dapat merangsang otak dan  sehingga sangat membantu siswa-siswi dalam proses pembelajaran. Permainan berbasis Virtua Reality ini berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan Kognitif, Motorik, dan Sosial Emosi yang dimiliki siswa-siswi berkebutuhan khusus Tuna Grahita.

VIREGRA sendiri memiliki storyline yang menarik untuk dipelajari oleh anak-anak penyandang Tuna Grahita yaitu mengenai Virus Corona. Selain mengenal mengenai bahayanya virus dan cara pencegahannya, game ini mengajak anak-anak untuk berani melawan virus corona, mengetahui cara pembuatan popcorn dan melatih anak-anak dalam berperilaku adil.

Dibalik kesuksesan mereka pada penciptaan game VR ini ada banyak suka dan duka yang dialami Tim Yakut selama proses pembuatan VIREGRA. Tim Yakut memiliki kesulitan tersendiri selama proses pembuatan VIREGRA, mulai dari manajemen waktu, menyeimbangkan proses kerja dengan rekan yang lainnya, hingga proses percobaan game ke anak-anak Tuna Grahita yang memiliki keterlambatan pada kemampuan kognitif, motorik dan sosial emosi. Proses pembuatan game ini menghabiskan waktu selama satu bulan penuh sejak bulan Agustus hingga September. Tak hanya membuat game dan Research, game ini juga melalui proses percobaan pada siswa-siswi di SLB Yakut Purwokerto. Muhammad Junaedi selaku Programmer di Tim Yakut mengungkapkan kesulitannya saat proses pembuatan game ini bahwa ia mengalami kewalahan selama progres pembuatan program pada VIREGRA.

“Sebagai Programmer sebenarnya saya kewalahan menghadapi aset-aset yang diberikan oleh kedua rekan saya karena merasa mustahil untuk diaplikasikan gitu. Ya akhirnya tetap dicoba dan dicari titik tengahnya atau solusinya biar bisa implementasikan”, ujarnya.

Junaedi menambahkan bahwa akan ada rencana selanjutnya dalam pengembangan VIREGRA yang mana salah satunya ialah mengikuti kompetisi game yang akan datang juga diikutsertakan pada PKM mendatang.

Tidak ada yang menyangka bahwa Tim Yakut berhasil mendapatkan juara 1 di kategori pengembangan aplikasi permainan yang mana kemenangan ini merupakan kemenangan pertama bagi IT Telkom Purwokerto di Gemastik selama berkontribusi di tahun sebelum-sebelumnya. Hal itu diungkapkan pula oleh Rangga Cahyo, bahwa mereka sempat tidak menyangka akan menang pada saat pengumuman pemenang yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Oktober 2021 via zoom meeting dan disiarkan langsung oleh channel GEMASTIK 14 di Youtube.

“Kita gak bisa ungkapin kegembiraan kita dengan kata-kata sih pas pengumuman kemarin, tapi kita sambut itu dengan antusias yang luar biasa. Karena gak nyangka juga bakalan menang”, ungkapnya.

Bernadus Tegar atau biasa dipanggil Ben ini mengungkapkan harapannya terhadap aplikasi VIREGRA yang telah tim Yakut buat. Ia berharap sangat besar pada masa depan aplikasi ini nantinya bisa dimanfaatkan lebih luas lagi untuk yang membutuhkan aplikasi mereka.

“Harapannya sih aplikasi ini supaya lebih berkembang lagi gak cuma untuk teman-teman di SLB Yakut Purwokerto aja tetapi juga bisa menyebar ke institusi lainnya atau yang membutuhkan aplikasi kami ini”, ujar Ben. (TS)

Komentar

Baca Berita terkait