Deretan Mahasiswa ITTP Torehkan Prestasi pada INFECT 2021

Sebanyak 4 tim mahasiswa ITTP berhasil raih prestasi pada kompetisi Informatic Conference and Competition atau INFECT 2021 yang diadakan secara online mulai tanggal 28 Maret – 11 April 2021. INFECT ini merupakan sebuah event yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan tujuan untuk mendatangkan pengetahuan baru bagi mahasiswa di dunia Informatika. 

Keempat tim dari ITTP ini berhasil menduduki Juara 1 dan 3, serta Juara Harapan 2 dan 3, mereka adalah :

JUARA 1: Aplikasi Bulb 

  • Budi Aji Purnomo – S1 Software Engineering (18104031)
  • Matahari Kridha Pasha – S1 Software Engineering (18104039)
  • Wafi Putra A – S1 Software Engineering (18104047)

JUARA 3: Aplikasi MebelLy

  • Yolanda Al Hidayah Pasaribu – S1 Software Engineering (19104057)
  • Teguh Rijanandi – S1 Software Engineering (19104008)
  • Rifqi Alfinnur Charisma – S1 Software Engineering (19104031)

HARAPAN 2: Aplikasi Backpackeren 

  • Ramadhan Rizqi Saputra – S1 Software Engineering (18104043)
  • Reza Pramudita Try Pamungkas – S1 Software Engineering (18104044)
  • Sirojudin Munir – S1 Software Engineering (18104046)

HARAPAN 3: Aplikasi Sistem Online Pendaftaran Pasien

  • Gamaliel Widhi Pradana – S1 Software Engineering (18104010)
  • Filza Elang Buana – S1 Teknik Informatika (18102157)
  • Muhammad Nur Rahman – S1 Teknik Informatika (18102169)
Dokumentasi Aplikasi Bulb

Bulb merupakan sebuah aplikasi berbasis website yang berkaitan tentang pertanian secara umum. Pada aplikasi ini terdapat fitur yang dapat digunakan oleh petani untuk mencocokkan tanaman dengan database tumbuhan. Dengan adanya aplikasi ini nantinya diharapkan setiap orang, khususnya petani yang bercocok tanam dapat terhindar dari kegagalan panen, serta dapat lebih memahami kiat – kiat atau cara membudidayakan tanaman. 

“Ide awal pembuatan aplikasi ini berasal dari Matahari Kridha. Awalnya Bulb ini sendiri mau kami buat menjadi aplikasi terkait pertanian secara umum. Namun, karena keterbatasan waktu pengerjaan kami berdiskusi untuk mengganti beberapa fitur yang akan diimplementasikan. Intinya kami berharap dengan adanya Bulb dapat membantu orang yang bercocok tanam, agar mereka tidak mengalami gagal panen”, ungkap Wafi Putra, anggota tim peraih Juara 1.

Dokumentasi Aplikasi MebelLy
Dokumentasi Tim MebelLy

MebelLy adalah sebuah platform jual beli furniture custom yang telah dilengkapi dengan PWA (Progressive Web App) dan iPaymu (platform e-wallet), sehingga dapat digunakan dengan cepat dan memudahkan pengguna nantinya. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat saat memesan mebel secara online

“Inspirasi kami datang dari meningkatnya penjualan furniture utamanya akibat diterapkannya WFH (work from home), sehingga orang – orang banyak yang membeli furniture yang nyaman untuk digunakan dirumahnya. Dengan adanya aplikasi MebelLy, kami berharap orang yang ingin membeli dan memesan furniture sesuai dengan keinginannya dapat dengan mudah mendapatkannya”, jelas Yolanda Al Hidayah Pasaribu, tim MebelLy yang berhasil meraih Juara 3. 

Dokumentasi Aplikasi Backpackeren

Peraih Juara Harapan 2 ini membuat aplikasi Backpackeren yang merupakan sebuah wadah atau forum diskusi antar backpacker. Aplikasi ini mempermudah bagi para backpacker yang ingin berbagi pengalaman ataupun membagikan informasi mengenai wisata di Indonesia. 

“Kami rasa lomba ini diadakan dengan kompetitif, para juri juga sangat transparan mengenai penilaian yang diberikan kepada para pemenang. Untuk aplikasi yang kami buat ini, kami terinspirasi dari akun Facebook ‘Forum Backpacker Indonesia’. Jadi untuk para pengguna nantinya, khususnya para bacpacker, bisa berkumpul secara online, saling berbagi pengalaman sekaligus informasi mengenai wisata – wisata di negeri ini”, pesan Sirojudin Munir, anggota tim Backpackeren

Dokumentasi Aplikasi Sistem Online Pendaftaran Pasien

Yang terakhir, pemenang Juara Harapan 3 dengan aplikasi Sistem Online Pendaftaran Pasien. Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah pendaftaran pasien yang akan berobat ke rumah sakit. Selain itu, sistem ini berguna untuk menguraikan kerumunan pasien yang terjadi di satu titik ruang tunggu. Ini dikarenakan pasien dapat menunggu nomor antriannya dimana saja, tanpa harus terus berada di lobby

“Pembuatan Sistem Online Pendaftaran Pasien sendiri didasari dari pengalaman pribadi saat harus ke rumah sakit untuk berobat. Saat berada disana banyak sekali antrian pasien yang menumpuk di lobby, walaupun memakai masker, sayangnya mereka terlihat masih mengabaikan himbauan untuk menjaga jarak. Banyak kursi yang seharusnya tidak diduduki, malah mereka tempati begitu saja. Oleh sebab itu, muncullah ide untuk membuat aplikasi ini untuk mempermudah dalam mendaftar dan antrian juga bisa lebih tertib karena tidak perlu menunggu di lobby ruang tunggu”, jelas Gamaliel Widhi, salah satu anggota tim developer program Sistem Online Pendaftaran Pasien

Para mahasiswa ITTP kini terlihat semakin menunjukkan kemampuannya dan berani untuk berkompetisi. Semangat ini sudah sepatutnya dijaga dan terus dikembangkan, semoga kedepan semakin banyak prestasi – prestasi yang diraih oleh mahasiswa. (ITW)