Setelah sebelumnya berhasil masuk dalam 25 besar bisnis yang mendapatkan pendanaan pengembangan bisnis dalam kompetisi Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI). Kini, bisnis HiTrash unjuk gigi dengan mengikuti Expo KMI – XI 2020. 

HiTrash merupakan sebuah aplikasi yang menawarkan jasa penjemputan dan penjualan sampah organik. Tujuannya, agar memberikan nilai sampah utamanya sampah plastik, sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena memiliki nilai jual. 

Tim HiTrash ini terdiri dari 3 orang, yang semuanya merupakan mahasiswa S1 Informatika angkatan 2017. Mereka adalah Antyka Syahrial, Mochammad Iqbal Fatria, dan Fadil Al Afgani. 

Aplikasi HiTrash sudah berhasil diuji coba di Purwokerto, Jawa Tengah. Aplikasi ini juga sudah dapat didownload melalui PlayStore. 

Sampai saat ini bisnis ini terus dikembangkan. Tak menutup diri, tim HiTrash membuka kesempatan bagi pihak manapun yang berminat untuk menjalin kerjasama mengembangkan aplikasi ini. 

Bahkan HiTrash berencana untuk mengadakan kerjasama dengan pemerintah, untuk nantinya dapat diproduksi secara massal. Namun, sayangnya proses pengajuan kerjasama ini tertunda oleh pandemi Covid19.  

“Rencananya sih kita juga menggandeng pemerintah untuk bekerja sama. Hanya saja karena pandemi ini, jadi tertunda”, pungkas Antyka Syahrial.

Workshop Kewirausahaan dan Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) sendiri diadakan pada Jumat & Sabtu (4-5/12). Dengan tuan rumah acara, Universitas Agung Podomoro dengan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Hopin. (ITW)

Open chat