Webinar Teknik Biomedis ITTP : Gali Ilmu Lebih Dalam Mengenai Inovasi di Bidang Kesehatan

Sabtu siang (13/11), Teknik Biomedis IT Telkom Purwokerto mengadakan Webinar yang mengundang Dr. I Ketut Agung Enriko, S.T.,M.Sc., seorang Senior Manager Research and Innovation di PT. Telkom Indonesia dan Ir. Rohmadi, S.T.,M.Si., M.T.,M.M, sekaligus Kepala Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) Surakarta sebagai pembicara. Selain itu, Prodi Teknik Biomedis ITTP juga bekerjasama dengan Prodi Biomedis Universitas Dian Nuswantoro Semarang dan Universitas PGRI Yogyakarta serta Magister Teknik Biomedis Universitas Gajah Mada. Acara dibuka dengan pemaparan dari Kepala Prodi Teknik Biomedis ITTP, Muhammad Yusro, S.T., M. Biotech, dan dihadiri oleh Dosen juga Mahasiswa dari kampus masing-masing. Selama berjalannya acara, pemaparan kedua pembicara disambut meriah oleh para peserta dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

Terdapat dua sesi pada webinar kali ini, sesi pertama dibawakan oleh Dr. Agung Enriko dengan materi Internet of Medical Things and Society 5.0. Pada sesi ini beliau menjelaskan mengenai seberapa pentingnya internet dalam membangun telemedicine. Dimana saat penggunaan alat kesehatan membutuhkan koneksi internet yang stabil sehingga alat bisa beroperasi dengan baik terlebih saat mengeluarkan hasil deteksi saat digunakan. Beliau pun turut memperkenalkan produk-produk buatan Telkom yang bekerjasama dengan beberapa universitas di Indonesia salah satunya ialah Universitas Indonesia dalam pembuatan alat kesehatan berbasis teknologi.

“Menimbang healthcare terutama di rumah sakit membutuhkan jaringan yang cepat dan tepat. Dimana jaringan internet tidak boleh putus atau harus stabil.”, ujar Dr. Agung.

Sesi dua diisi pematerian dari Ir. Rohmadi dengan materi mengenai Inovasi pada Fasilitas Kesehatan di Indonesia khususnya potensi serta tantangannya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa salah satu potensi pada bidang ini beberapa diantaranya ialah inovasi di bidang implant dan inovasi pembuatan alat kesehatan.

Ir. Rohmadi, S.T.,M.Si., M.T.,M.M membawakan materi Inovasi pada Fasilitas Kesehatan di Indonesia : Potensi & Tantangannya

Saat ini Indonesia hanya memiliki tiga perusahaan implant sedangkan kasus ortopedi di Indonesia semakin bertambah setiap harinya. Sebanyak lebih dari 50% kebutuhan implant di Indonesia masih impor dan material yg dibutuhkan dalam pembuatan implant yaitu material stainless Steel 316L. Hal ini membuka pengembangan inovasi di bidang implant dengan menggunakan bahan material titanium. Material ini memiliki keunggulan yang sama baiknya dengan material stainless Steel 316L.

Selain itu, inovasi pada alat kesehatan semakin banyak di Indonesia. Hingga saat ini LPFK sendiri telah menangani 52 pengembang dengan 57 alat kesehatan. Produksi alat kesehatan ini paling banyak dari perguruan tinggi diantara lainnya dari UI, UNPAD, ITB, dan lainnya. Ir. Rohmadi menuturkan bahwa inovasi datang saat si pencipta telah mengalami pengalaman tersebut sehingga tercipta inovasi yang terbarukan serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Mereka bisa berinovasi setelah mereka mengalami”, ujarnya. (TS)

Komentar

Baca Berita terkait